sudah lama sekali tidak pernah menuliskan sebuah uneg2 di sebuah catatan harian…dan di halaman blog yang baru aku buat ini sepertinya masa dimana puncak orgasme kekesalan hati telah memuncak dan ingin tertumpah.
Gempa…banjir..lumpur meluap,telah menjadi berita sehari-hari di semua media baik tulis maupun elektronik..sebenarnya apa yg telah terjadi di pertiwi tercinta ini?dan jujur males banget memikirkan semua yg telah terjadi di negri tercinta ini…sudah begitu banyak kegetiran dan kepedihan setiap kali mendengar atau membaca semua berita itu…tetapi ternyata kutukan pada negri tersayang ini tak cukup sampai di ratusan manusia yg begitu jauh hubungannya dengan diriku sendiri..dan sepertinya kutukan itu juga terus mendatangi bahkan pada temen²ku meskipun dengan cara dan media yg berbeda….Baru beberapa hari yg lalu seorang teman wanita yg sudah lama hilang dari jalin cerita kehidupanku datang membawa khabar bahwa suami yg dia nikahi tidak dengan cinta dan telah memberinya status tinggi dan juga seorang anak telah meninggal dunia karena jantung….dan jujur aku bingung ekpresi apa yg ada diwajah sedih teman wanitaku itu….tapi rasa belasungkawa terdalamku tetap terucap diiringi sekelumit kesedihan karena kebahagiaan semu teman wanitaku itu telah terenggut….Belum hilang berita itu di ingatan renta ini…seorang teman pria datang padaku jika rumah tangganya dah gak bisa diselamatkan lagi karena hubungannya dengan salah seorang anak didiknya telah terbongkar semua…dan dia harus mengambil sebuah keputusan yg sangat berat untuknya…gimanapun istrinya adalah wanita yg pernah menyelamatkannya dengan memberikan status “suami” meski saat itu mungkin hanya sedikit cinta yg mendasari pernikahan mereka….dan saat sekarang dia sudah menemukan labuhan cinta yg tulus pada wanita lain..dia sudah mendapat 1 orang anak dari istrinya….belum lagi seorang temen wanitaku juga barusan bercerita dengan begitu arogannya memplokamirkan rencana pernikahannya dgn seorang jejaka tua,krn diawali dari sebuah sakit hati karena pria yg dicintainya tak kunjung melamarnya…dan akhirnya dia memilih pria tua yg lebih berani mengajaknya nikah karena dikejar umurnya yg semakin uzur dan juga rasa gengsi pada anggotanya karena sampe sudah punya jabatan setinggi itu belum juga punya istri….ternyata begitu banyak warna warni cerita hidup yg didasari egoisme diri kita dan tidak kita dasari akan menjadi kutukan bagi diri kita dan mungkin juga keturunan kita…kita lupa akan hukum keseimbangan hidup….kenapa kita begitu pongah menganggap jika kita adalah yg terbaik dibanding yg lain?kenapa kita lupa jika kita hanyalah seonggok daging tanpa makna jika tanpa nurani dan perasaan….apakah kita akan mewariskan sebuah negri penuh kutukan pada anak cucu kita?kenapa kita tidak mencoba untuk introspeksi dan berusaha merefleksikan semua yg pernah kita lakukan….mencoba untuk sedikit melepas ego dan kemunafikan….mencoba sedikit untuk memahami arti sayang dan cinta yg sejatinya dalam hidup..-ruang kerja 17.50-