Terasa panas sekali hari ini…malas kaki melangkah menyetubuhi seksi lekuk kota Malang-ku,gejolak resah jiwa memeluk erat gumpalan otakku siang ini menambah pengap paru²ku setelah hampir setengah hari bergumul dengan udara Malang yg telah terpolusi..ingatanku terlempar pada hari² belakangan dalam mengarungi tubuh kudapan ibu kota negriku ini…dan Malang-ku memang tak lagi tertinggal jauh oleh ibu kota metropolitan..sungguh carut marut penuh birahi dan syahwat ego manusia..kemunafikan dan keangkuhan mahluk tersayang dari Tuhan…
Terasa sekali kerinduanku melanggut sunyi dalam nurani untuk kembali merasakan peluk penuh gelinjang sepoi angin Malang-ku yang dulu..saat kota ini begitu anggun dalam bungkus sederhana kebaya kehidupan yang bersahaja tiap detak jantung penghuni-penghuninya..Saat kota ini belum dipenuhi paha² dan benjolan dada para perawan-perawan penghamba modernitas mode..
Terasa sekali penatku siang ini membuatku sangat sentimentil dan akhirnya berfikir kacau seperti yg tertumpah pada tulisan diatas…karena mungkin saat ini aku belum menunggangi kreta bermesin dan beroda empat yg selalu adem oleh penyejuk udara yg bisa melenggang enak di tengah keruwetan kota kecil tercintaku ini..memang mungkin hanya sebuah refleksi yg ke objektif-annya hanya nurani kita masing² yg bisa menilainya…
Setelah sekian lama berkubang dikeruh persaingan kota metropolitan, ingin sekali rasanya bermalas-malasan sambil bermanja pada semilir angin pegunungan kota kecilku nan seksi tapi ternyata apa yang jadi idaman khayalanku saat perjalanan 12 jam dengan kereta api malam menjadi sebuah fatamorgana bagi khayalanku…malangku nan seksi sudah tidak lagi menyuguhkan bulir2 angin sepoi pegunungan, tidak lagi menyuguhkan sumringah senyum malu nan sederhana gadis2 manis kota pegunungan..malah yang kutemukan adalah kebisingan laju kendaraan, yang membuatku merasa tidak sedang pergi dari riuh rendah jakarta..owwhh dimana malangku yang sejuk nan seksi.
Terasa sekali siang ini betapa ternyata cintaku pada Malang-ku ini tak pernah mengendur sekalipun entah berapa kali sudah otak dan emosiku orgasme oleh setiap peristiwa dalam hidupku menemani nafas kota Malangku tercinta ini.

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini